Friday, 23 September 2022 07:19 WIB | PRECIOUS METALS |GOLDEMAS

Emas bertahan stabil setelah pasca sesi yang berombak disaat parade kenaikan suku bunga bank-bank sentral mengikuti Federal Reserve dalam menaikkan suku bunga untuk meredakan inflasi.

Bullion memangkas kerugian sebanyak 1,1% pada hari Kamis setelah Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk memperkuat mata uangnya, menyebabkan penurunan pada greenback dan meningkatkan imbal hasil obligasi. Namun, emas terus diperdagangkan di dekat level terendah dua tahun, dan bisa memasuki pasar bearish karena dolar tetap pada level rekor.

Bank-bank sentral termasuk Swiss, Norwegia dan Inggris mengikuti jejak The Fed dalam mengumumkan kenaikan suku bunga untuk mengekang kenaikan harga. Logam yang tanpa bunga, yang dihargai dalam mata uang AS, biasanya memiliki korelasi negatif dengan dolar dan kurs.

“Emas jelas akan menjadi tempat yang aman karena memburuknya prospek global dan Wall Street semakin yakin bahwa kita mendekati level tertinggi dalam imbal hasil Treasury,” kata Ed Moya, analis pasar senior di Oanda. Logam ini memiliki “dukungan besar-besaran di level $1.660 dan jika dapat stabil di atas sana, harga akhirnya bisa bergerak kembali di atas level $1.700,” tambahnya.

Emas spot stabil di $1.673,29 per ons pada pukul 8:03 pagi di Singapura. Indeks Spot Dolar Bloomberg datar setelah reli ke rekor tertinggi. Perak dan platinum naik tipis, sementara paladium sedikit berubah.(mrv)

Sumber : Bloomberg


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *